Tenunan tiga budaya dalam jejak kota pusaka
Jelajahi keasrian arsitektur kuno, keanggunan Batik Tiga Negeri, dan hangatnya toleransi yang terjaga selama berabad-abad.
Gulir untuk menjelajah

Mengapa Lasem
disebut kota pusaka?
Lasem bukan sekadar kecamatan kecil di Rembang, melainkan kota pelabuhan kuno yang menjadi titik lebur kebudayaan.
Sejak abad ke-14, Lasem menerima kedatangan penjelajah Tiongkok, bersanding dengan pusat penyebaran Islam, dan tumbuh bersama masyarakat lokal Jawa melahirkan arsitektur Indies-Tionghoa yang unik dan toleransi antar-iman yang kokoh.
Sumber: Balai Arkeologi Provinsi DIY, Survei Identifikasi Sumberdaya Arkeologi Kecamatan Lasem, 2011
Denyut nadi Lasem hari ini
Tiga jejak untuk memulai
Cerita, tradisi, dan cita rasa masyarakat
Lanskap komunitas yang hidup di Lasem
Digerakkan oleh rasa cinta sejarah, toleransi antar-etnis, dan pelestarian budaya sekaligus aktif menghidupkan pariwisata dan ekonomi sirkular.
Susuri Lasem,
satu titik satu cerita
Lasem, kota dengan kelenteng tertua dan rumah pecinan bersejarah, bisa dijelajahi langkah demi langkah. Pilih titik di peta untuk mulai.

Kelola artikel
Tambah, ubah, urutkan, dan hapus artikel. Perubahan tersimpan sebagai draf dan baru terlihat pengunjung setelah Anda menekan Terbitkan.

